Di sekolah Anda mempelajari berbagai kerajaan dalam pelajaran sejarah nusantara. Salah satu yang diajarkan adalah kerajaan dengan corak Hindu pertama di nusantara yakni Kerajaan Kutai.
Ada berbagai fakta menarik terkait Kerajaan Kutai yang berkaitan dengan sejarah nusantara ini. Dalam artikel berikut Anda akan mendapatkan informasi mengenai fakta-fakta Kerajaan Kutai dalam sejarah nusantara. Silakan disimak.

1. Bukti Kerajaan Kutai dari Prasasti
Informasi mengenai sejarah nusantara bisa diketahui melalui beberapa sumber. Di antara sumber-sumber sejarah, yang sering menjadi bukti terkait sejarah nusantara adalah prasasti.
Begitupun sumber sejarah dari Kerajaan Kutai yakni dari prasasti Yupa yang berasal dari abad ke- 5.
Prasasti tersebut ditulis menggunakan huruf pallawa dan bahasa sansekerta. Di dalam prasasti tertulis bahwa penguasa paling pertama dari Kerajaan Kutai bernama Kudungga.
2. Kerajaan Tertua yang Bercorak Hindu
Kerajaan Kutai dianggap sebagai kerajaan Hindu tertua dalam sejarah nusantara. Kerajaan tersebut didirikan pada tahun 400 Masehi.
Seperti disinggung pada poin satu, Kudungga disebut sebagai raja pertama Kerajaan Kutai. Para ahli menduga bahwa Raja Kudungga bukan pemeluk agama Hindu.
Namun Aswawarman yang diperkirakan sebagai putra atau mungkin menantu Kudungga lah yang kemudian memeluk agama Hindu.
Awalnya Kudungga merupakan kepala suku. Setelah pengaruh Hindu masuk, ia kemudian mengubah pemerintahan menjadi kerajaan.
3. Tradisi dan Agama Kerajaan Kutai
Dalam prasasti yupa juga disebutkan bahwa kerajaan Kutai memiliki tradisi upacara yang dilakukan di tempat-tempat suci. Salah satu yang dapat diketahui dari prasasti adalah ada istilah “vaprakecvara”.
Istilah tersebut merujuk kepada lapangan luas yang digunakan sebagai tempat pemujaan dan berkaitan dengan agama Siwa.
Inilah yang kemudian memunculkan dugaan bahwa masyarakat dari Kerajaan Kutai sebagian besar memeluk agama Siwa
4. Raja Mulawarman Adalah Raja Amat Dermawan
Berdasarkan informasi dari prasasti Yupa, Raja Mulawarman merupakan raja yang amat dermawan. Dibuktikan dari sumbangannya pada kaum brahmana.
Raja Mulawarman menyumbangkan berbagai hadiah seperti lampu, minyak, hingga lembu dengan jumlah 20.000 ekor.
Sikap dermawan Raja Mulawarman tersebut dijadikan tolok ukur kejayaan. Selain dikenal dermawan, Raja Mulawarman juga amat dihormati dan dekat dengan semua kasta.
5. Pernah Diduduki Kerajaan Lain
Ternyata Kerajaan Kutai pernah dikuasai kerajaan lain. Pernyataan tersebut disampaikan oleh etnolog dari Belanda, yakni Pieter Johannes Veth.
Ia berpendapat bahwa Kerajaan Kutai adalah bagian dari kekuasaan Kerajaan Majapahit. Kerajaan tersebut melakukan ekspansi di abad ke-14.
6. Kerajaan Kutai Bukan Nama Asli?
Berdasarkan penelitian “Kajian Etimologis Kerajaan (Kutai) Martapura di Muara Kaman, Kalimantan Timur” dijelaskan bahwa penggunaan nama Kutai pada kerajaan didasarkan dari asumsi atau pendekatan. Nama Kutai diambil berdasarkan tempat di mana prasasti yupa ditemukan.
7. Pembacaan Prasasti Yupa
Prasasti Yupa sebagai bukti adanya Kerajaan Kutai ditemukan sejumlah 7 buah dengan bentuk tiang.
Prasasti tersebut bertuliskan tahun 475 Masehi atau abad ke-5. Sehingga dapat dikatakan bahwa prasasti Yupa merupakan prasasti tertua dalam sejarah nusantara.
Dari tujuh prasasti yang ditemukan, baru tiga yang sudah bisa dibaca. Di dalamnya menjelaskan silsilah, masa kejayaan, tempat sedekah, sistem ekonomi, dan sistem pemerintahan Kerajaan Kutai.
8. Keruntuhan Kerajaan Kutai
Runtuhnya Kerajaan Kutai disebutkan karena kekalahan Maharaja Dharma Setia. Raja terakhir dari Kerajaan Kutai tersebut tewas di tangan Aji Pangeran Anum Panji Mendapa, Raja Kutai Kartanegara yang ke-13.
Setelah itu Kerajaan Kutai Kartanegara menjadi kerajaan Islam dengan nama Kesultanan Kutai Kartanegara.
Sejarah nusantara selalu menarik untuk digali karena hingga saat ini para ahli juga terus mempelajarinya.
Maka dari itu, jangan bosan-bosan untuk terus belajar sejarah nusantara ya, karena Anda pasti akan menemukan fakta baru mengenai sejarah nusantara kita.



