Ekonomi kreatif adalah salah satu sektor pengembangan ekonomi yang naik pesat dan semakin menarik bagi masyarakat di Indonesia terutama dalam beberapa tahun terakhir yakni ketika digitalisasi berkembang secara masif.
Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan manusia dinilai punya potensi keuntungan yang luar biasa ketika sektor ini dikembangkan dengan catatan inisiatif yang tinggi sangat diperlukan.
Meski begitu, ternyata sektor tersebut juga punya berbagai tantangan ketika dijalankan di Indonesia sehingga perlu diatasi agar perekonomian negara ini tetap dapat berjalan dengan lancar.
Beberapa Tantangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Di era sekarang yang serba teknologi ini, perkembangan ekonomi secara kreatif adalah sektor yang punya potensi besar apabila digiatkan dengan baik yang mana itu mampu meningkatkan perekonomian negara dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Meski demikian, perlu diketahui bahwa sektor kreatif ini punya berbagai tantangan tersendiri yang pastinya penting untuk disadari serta diatasi agar pengembangannya tetap mampu berjalan dengan baik sehingga perekonomian di Indonesia tetap bisa berjalan dengan lancar.
Lantas, apa sajakah tantangan yang harus dihadapi ketika mengembangkan perekonomian dalam sektor kreatif di Indonesia? Mari simak seluruhnya melalui berbagai pembahasan berikut ini:
1. Pengembangan secara Teknologi
Dalam prosesnya hingga sekarang, masih banyak perekonomian sektor kreatif yang secara teknologi pengembangannya belum matang, mulai dari kurang matang riset produk dan aktivitas konten promosi, infrastruktur sinyal internet, dan alat produksi.
Dengan kondisi seperti itu, dikhawatirkan bisnis kreatif bisa stagnan, tidak up to date, tidak berkualitas baik, dan tidak punya daya tarik yang membuatnya bisa bersinar dan bersaing secara global.
Ini berbahaya karena lama-kelamaan ini akan mengurangi pendapatan negara, meningkatkan taraf kemiskinan, serta membuat investor banyak mundur untuk berinvestasi pada produk dalam negeri.
2. Akses dalam Pendanaan
Dikarenakan ini adalah suatu prosedur yang baru berkembang dalam perekonomian beberapa tahun terakhir, maka ketidakjelasan pada proses pendanaan bisa terjadi dan itu sangat merugikan.
Bank dan lembaga keuangan sering kurang paham risiko bahkan potensi yang dimiliki oleh industri kreatif sehingga itu membuat para pelaku industri ini kesulitan dalam akses modal.
Bukan hanya akses modal, melakukan klaim pada hal seperti royalty, lisensi, maupun hak cipta yang mana ini adalah salah satu sistem pendapatan bagi industri kreatif di bidang penciptaan produk digital atau seni, juga sulit berjalan dengan baik.
3. Keterampilan dalam Ekonomi Kreatif
Merupakan sektor perekonomian yang berkembang pesat di era teknologi digital beberapa tahun terakhir, banyak SDM yang dalam menjalankannya seringkali tidak maksimal atau kurang kompeten.
Ini dikarenakan keterampilan dalam menjalankan industri seperti ini tidak pernah diajarkan dalam pendidikan formal sejak dahulu hingga sekarang sehingga para pelakunya baru bisa mulai memupuk kemampuan tersebut saat sudah terjun langsung.
Biasanya pembelajaran kemampuan ini dapat diperoleh melalui pelatihan yang diadakan di luar mulai dari awal dengan disertai oleh kemampuan atau pendidikan relevan yang sekiranya bisa menjadi support dalam menjalankan industri ini.
4. Payung Hukum
Merupakan sektor yang cukup baru dan masih dalam tahap perkembangan sehingga masih belum jelas tata kelolanya, maka payung hukum untuk industri ini masih belum ada.
Oleh karena itu, biasanya apresiasi rendah serta pembajakan rentan terjadi, serta regulasi dalam transaksi seringkali masih belum jelas. Intinya iklim usaha dinilai masih belum jelas.
Itulah berbagai tantangan dalam ekonomi kreatif di Indonesia yang dapat Anda ketahui. Tetaplah harus siap apabila tertarik atau sedang terjun dalam sektor perekonomian ini. Semoga bermanfaat!



