Lokasi nyeri dapat memberi petunjuk awal, tetapi tidak cukup untuk memastikan diagnosis. Sakit kepala di bagian berbeda dan penyebabnya perlu dinilai bersama pola nyeri, durasi, pemicu, serta gejala yang menyertainya.
Keluhan ini bisa berasal dari sakit kepala primer, seperti migrain dan sakit kepala tegang. Namun, sinusitis, gangguan mata, masalah leher, infeksi, hingga cedera juga dapat memicu nyeri kepala. Karena itu, jangan langsung menyimpulkan penyebab hanya dari satu titik yang terasa sakit.
Sakit Kepala di Bagian Berbeda dan Penyebabnya

Peta lokasi nyeri memang membantu, misalnya dahi sering berkaitan dengan ketegangan atau sinus, sedangkan satu sisi kepala sering muncul pada migrain. Meski begitu, satu jenis sakit kepala dapat terasa di area yang berbeda pada setiap orang.
Informasi berikut bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter, terutama bila nyeri baru muncul, makin berat, atau mengubah pola keseharian.
Sakit kepala di dahi, bagian depan, dan ubun-ubun
Nyeri di dahi sering terjadi pada sakit kepala tegang. Rasanya dapat seperti ditekan, diikat, atau membuat kepala terasa penuh. Stres, kurang tidur, dehidrasi, telat makan, dan terlalu lama menatap layar sering menjadi pemicunya.
Mata lelah juga dapat menimbulkan nyeri di bagian depan kepala. Kondisi ini lebih mudah muncul saat seseorang membaca, bekerja di depan komputer, atau menggunakan ponsel berjam-jam tanpa jeda. Rabun jauh, silinder, dan gangguan refraksi lain yang belum terkoreksi dapat memperberat keluhan.
Sinusitis dapat menyebabkan tekanan di dahi, pangkal hidung, pipi, atau sekitar mata. Biasanya ada gejala lain, seperti hidung tersumbat, lendir kental, nyeri wajah, serta keluhan yang bertambah ketika membungkuk. Sakit kepala tanpa gejala hidung dan wajah belum tentu berasal dari sinus.
Pada orang berusia di atas 50 tahun, nyeri pelipis atau dahi yang baru muncul perlu mendapat perhatian. Salah satu penyebab yang lebih jarang adalah arteritis temporalis atau giant cell arteritis. Kondisi ini dapat disertai kulit kepala nyeri saat disentuh, nyeri rahang ketika mengunyah, dan gangguan penglihatan. Pemeriksaan medis perlu dilakukan segera karena penglihatan dapat terancam.
Sakit kepala di pelipis, sisi kanan, atau sisi kiri
Migrain sering menyebabkan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, termasuk pelipis kanan atau kiri. Serangan dapat berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari. Selain nyeri, penderita bisa merasa mual, muntah, dan sangat sensitif terhadap cahaya, suara, atau bau.
Namun, nyeri satu sisi tidak selalu berarti migrain. Cluster headache juga muncul di satu sisi, biasanya sangat berat dan berpusat di sekitar pelipis atau salah satu mata. Serangannya cenderung lebih singkat daripada migrain, tetapi bisa berulang pada waktu yang sama selama beberapa hari atau minggu.
Saat cluster headache muncul, mata pada sisi yang sakit dapat memerah, berair, atau tampak bengkak. Hidung juga bisa tersumbat atau berair pada sisi yang sama. Nyeri ini sering membuat penderita sulit diam karena intensitasnya sangat tinggi.
Penyebab yang lebih jarang meliputi neuralgia trigeminal, hemicrania continua, dan arteritis temporalis. Neuralgia trigeminal biasanya terasa seperti sengatan listrik di wajah. Sementara itu, hemicrania continua menimbulkan nyeri satu sisi yang menetap dan dapat memburuk pada waktu tertentu.
Sakit kepala di sekitar atau belakang mata
Nyeri tajam di belakang satu mata merupakan pola yang sering ditemukan pada cluster headache. Namun, migrain juga bisa menimbulkan nyeri sekitar mata, terutama bila disertai berdenyut, mual, atau kepekaan terhadap cahaya.
Sinusitis dapat memberi rasa penuh atau tertekan di sekitar mata. Mata lelah akibat layar, membaca dalam pencahayaan buruk, atau ukuran kacamata yang tidak sesuai juga dapat membuat area ini terasa nyeri.
Nyeri kepala di sekitar mata yang disertai mata merah berat, penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya, serta mual perlu diperiksa segera karena dapat berkaitan dengan serangan glaukoma akut.
Jangan menganggap semua nyeri di belakang mata sebagai sakit kepala biasa. Masalah pada mata, termasuk glaukoma, neuritis optik, atau peradangan mata, membutuhkan penilaian langsung oleh tenaga medis.
Sakit kepala di belakang kepala dan yang menjalar dari leher
Nyeri di tengkuk atau belakang kepala sering berkaitan dengan ketegangan otot leher. Duduk lama di depan komputer, terlalu sering menunduk melihat ponsel, bantal yang tidak nyaman, dan stres dapat membuat otot leher menegang.
Sakit kepala tegang dapat terasa di kedua sisi kepala dan menjalar sampai tengkuk. Berbeda dengan migrain, nyerinya lebih sering terasa menekan daripada berdenyut. Aktivitas ringan biasanya tidak memperburuk sakit kepala tegang.
Cervicogenic headache berasal dari struktur leher, lalu menjalar ke belakang kepala, kulit kepala, atau belakang mata. Cedera leher, radang sendi, saraf terjepit, dan gangguan pada tulang belakang leher dapat menjadi penyebabnya.
Ada pula neuralgia oksipital, yaitu iritasi saraf oksipital di belakang kepala. Nyeri dapat terasa tajam, seperti tersetrum, atau muncul sebagai sensasi terbakar dari tengkuk menuju kulit kepala.
Apa Arti Sakit Kepala Berdasarkan Gejala yang Menyertainya?
Lokasi memang berguna, tetapi gejala penyerta sering memberi informasi yang lebih kuat. Dua orang dengan migrain, misalnya, bisa sama-sama merasa nyeri berdenyut tetapi di lokasi kepala yang tidak sama.
Perhatikan kapan nyeri muncul, apa yang dilakukan sebelumnya, seberapa lama serangannya berlangsung, dan apa yang membuatnya membaik atau memburuk.
Nyeri berdenyut dengan mual dan sensitif terhadap cahaya
Pola ini sering mengarah pada migrain. Sebagian orang mengalami aura sebelum serangan, misalnya melihat kilatan cahaya, garis bergerigi, kesemutan, atau gangguan bicara sementara.
Kurang tidur, stres, menstruasi, telat makan, dehidrasi, konsumsi kafein berlebihan, alkohol, serta makanan tertentu dapat memicu migrain. Pemicu setiap orang berbeda, sehingga catatan sakit kepala dapat membantu mengenali polanya.
Catat tanggal serangan, lokasi nyeri, intensitas, makanan atau minuman sebelum keluhan, waktu tidur, dan obat yang diminum. Catatan sederhana ini juga membantu dokter membedakan migrain dari penyebab lain.
Nyeri dengan hidung tersumbat, demam, atau nyeri wajah
Flu dan sinusitis dapat menyebabkan sakit kepala, terutama bila disertai demam, hidung tersumbat, lendir kental, serta tekanan di dahi atau pipi. Nyeri sinus sering terasa lebih buruk saat membungkuk atau mengubah posisi kepala.
Migrain kadang juga membuat hidung berair atau tersumbat, sehingga gejalanya dapat menyerupai sinusitis. Karena itu, pemeriksaan tidak boleh hanya berfokus pada satu keluhan.
Sakit kepala dapat muncul pada infeksi yang lebih serius, termasuk demam berdarah, meningitis, dan radang otak. Demam tinggi, tubuh sangat lemas, ruam, kebingungan, atau leher kaku perlu dinilai segera.
Nyeri dengan leher kaku, muntah, atau setelah benturan
Sakit kepala disertai demam dan leher kaku dapat menjadi tanda meningitis. Kondisi ini tidak tepat ditunggu di rumah, apalagi bila penderita juga mengantuk, bingung, atau sulit dibangunkan.
Muntah berulang bersama sakit kepala juga perlu diperhatikan, terutama bila keluhan baru, makin berat, atau terjadi pada pagi hari. Muntah tidak otomatis berarti tumor otak, tetapi dokter perlu menilai penyebabnya dalam konteks gejala lain.
Setelah benturan kepala atau leher, sakit kepala yang bertambah berat memerlukan pemeriksaan. Hal yang sama berlaku bila muncul pingsan, kejang, gangguan keseimbangan, kelemahan tubuh, atau perubahan perilaku.
Penyebab Umum Sakit Kepala dan Cara Membedakannya
Secara umum, sakit kepala terbagi menjadi primer dan sekunder. Sakit kepala primer tidak terjadi karena kerusakan otak, contohnya migrain, sakit kepala tegang, dan cluster headache.
Sementara itu, sakit kepala sekunder muncul akibat kondisi lain, seperti infeksi, cedera, masalah mata, atau gangguan pembuluh darah. Dalam menilai sakit kepala di bagian berbeda dan penyebabnya, pembagian ini lebih berguna daripada lokasi nyeri semata.
Sakit kepala tegang dan migrain sebagai penyebab paling sering
Sakit kepala tegang biasanya terasa seperti ada ikatan kuat di kepala. Nyeri sering mengenai kedua sisi, dahi, pelipis, atau tengkuk. Keluhan dapat berlangsung sekitar 30 menit hingga beberapa hari.
Migrain lebih sering terasa berdenyut dan dapat mengenai satu sisi kepala. Aktivitas fisik bisa memperburuknya, sedangkan mual dan sensitivitas terhadap cahaya lebih sering menyertai migrain.
Kedua jenis sakit kepala dapat dipicu stres dan kurang tidur. Karena itu, karakter nyeri dan gejala penyerta tetap perlu dinilai bersama.
Masalah mata, sinus, leher, dan kebiasaan sehari-hari
Kebiasaan harian dapat memperpanjang keluhan ringan. Dehidrasi, telat makan, terlalu banyak kafein, tidur tidak teratur, paparan layar, dan postur buruk adalah pemicu yang sering terlewatkan.
Mulailah dengan minum cukup, makan teratur, dan memberi jeda mata saat bekerja di depan layar. Atur posisi monitor setinggi pandangan, lalu jaga bahu tetap rileks agar leher tidak terus menunduk.
Obat pereda nyeri juga tidak boleh digunakan terlalu sering tanpa arahan tenaga medis. Penggunaan berulang dapat memicu medication-overuse headache, yaitu sakit kepala yang muncul atau makin sering karena pemakaian obat yang berlebihan.
Penyebab sekunder yang lebih jarang tetapi penting
Tekanan darah yang sangat tinggi, gangguan pembuluh darah otak, perubahan tekanan di dalam kepala, infeksi berat, gangguan metabolik, cedera, dan efek obat dapat menyebabkan sakit kepala sekunder.
Penyebab tersebut tidak bisa dipastikan hanya dari titik nyeri. Dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan saraf, pemeriksaan mata, tes darah, atau pencitraan seperti CT scan dan MRI, sesuai hasil penilaian klinis.
Kapan Sakit Kepala Perlu Segera Diperiksakan?
Cari pertolongan darurat bila sakit kepala muncul mendadak dan sangat hebat, terutama bila terasa sebagai nyeri paling berat sepanjang hidup. Jangan menunda bila nyeri disertai wajah mencong, bicara pelo, kelemahan satu sisi tubuh, kejang, pingsan, kebingungan, atau gangguan penglihatan.
Pemeriksaan segera juga diperlukan jika sakit kepala hadir bersama demam tinggi, leher kaku, muntah berulang, atau setelah benturan kepala. Ibu hamil atau yang baru melahirkan, penderita kanker, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah perlu lebih waspada terhadap keluhan baru.
Buat janji konsultasi bila sakit kepala makin sering, obat tidak lagi membantu, atau pola nyeri berubah. Bawalah catatan lokasi, skala nyeri, lama serangan, pemicu, gejala penyerta, dan obat yang sudah digunakan.



