Teknologi AI (Artificial Intelligent) yang semakin pesat menghasilkan cabang-cabang baru yang perlu dipahami. Dua cabang AI yang paling populer adalah AI Generative dan AI Convensional atau Tradisional. Walaupun berasal dari “akar” yang sama, ternyata keduanya sangat berbeda.
Pada artikel kali ini akan dibahas secara ringkas terkait perbedaan antara AI Generative dan AI Tradisional. Mari simak pembahasannya sampai tuntas!
Inilah Perbedaan Teknologi AI Generative dan AI Tradisional

Sebelum membahas aspek perbedaannya, Anda perlu tahu masing-masing definisi dari cabang AI ini. Pertama, AI Generative merupakan cabang AI yang berfokus pada terciptanya konten baru yang orisinal tapi mirip dengan buatan manusia, misalnya gambar, video, hingga audio.
Sedangkan AI Tradisional atau Convensional berarti cabang AI yang dirancang untuk proses percakapan atau interaksi dengan manusia. Untuk mengetahui perbedaannya, Anda dapat melihat dari 5 aspek berikut ini:
-
Perbedaan Tujuan
Hal pertama yang membedakan antara teknologi AI Generative dan Ai Tradisional adalah tujuan penggunaannya. Ketika manusia menggunakan AI Generative, tujuannya adalah untuk menghasilkan konten baru yang mirip dengan buatan manusia.
Contoh dari AI Generative adalah ChatGPT. Sedangkan, AI Tradisional memiliki tujuan untuk simulasi interaksi manusia dengan penyempurnaan yang sesuai. Contoh dari AI Tradisional adalah keberadaan Siri dan Alexa.
-
Perbedaan Aspek Pengoperasian
Aspek kedua yang membedakan antara AI Generative dengan AI Tradisional adalah aspek pengoperasian. AI Generative berfokus pada aspek pengoperasian yang berasal dari pengambilan ide dan data kreatif relevan yang tersedia di internet.
Sehingga dataset yang diambil diolah untuk mempelajari pola dan struktur data. Untuk AI Tradisional, beroperasi menggunakan data yang sudah ada dan aturan yang telah ditentukan. Data percakapan manusia akan menjadi pengetahuan pada domain tertentu.
-
Perbedaan Tipe Interaksi
Teknologi AI Generative dan AI Tradisional memiliki perbedaan tipe interaksi. AI Generative cenderung memiliki tipe interaksi satu arah karena sifatnya hanya berupa hasil kreatif seperti gambar dan video yang ditampilkan kepada manusia.
Sedangkan AI Tradisional memiliki tipe interaksi dua arah karena ada pihak yang bertanya dan ada pihak yang menanggapi pertanyaan atau memberikan informasi.
-
Perbedaan Teknik Penggunaan
Perbedaan keempat, terletak pada teknik penggunaan teknologi AI secara keseluruhan. AI Generative menggunakan teknik GANs atau Generative Adversarial Networks) dan GPT (Generative Pre-trained Transformer).
Kalau AI Tradisional menggunakan teknik penggunaan algoritma dari sistem yang sudah ada dan sudah ditentukan. Walaupun keduanya berbeda, jangan lupa bahwa cabang AI ini berasal dari “akar” yang sama dan memiliki tujuan atau output yang kurang lebih sama.
-
Perbedaan Output
Meskipun secara umum, tujuan terbentuknya AI memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan alternatif kemudahan bagi manusia. Namun, AI Generative dan AI Tradisional memiliki perbedaan output.
Jika AI Generative dapat menghasilkan output seperti teks, gambar, model 3D maupun video. Maka, AI Tradisional lebih cenderung menghasilkan teks dan ucapan dalam konteks komunikasi saja. Namun, kedua cabang AI ini tetap memiliki tujuan utama yang sama.
Demikianlah pembahasan terkait cabang-cabang dalam dunia teknologi kecerdasan artifisial (AI). Tidak dapat dipungkiri, semakin berkembangnya teknologi ini, maka cabang-cabang AI akan semakin banyak dan kompleks.
Kita sebagai manusia wajib untuk terus adaptasi dengan perkembangan teknologi AI. Tujuannya agar penggunaan AI lebih ideal dan sesuai dengan tujuan utama. Selain itu, demi terciptanya hubungan harmonis dan mutual antara perkembangan AI dan manusia.



